Lampung Timur Melayupost.com β Pengerjaan proyek lapen pada jalan kabupaten yang berlokasi di Desa Grimolyu, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, menuai sorotan karena diduga tidak memiliki kejelasan pihak penanggung jawab serta kurangnya transparansi informasi proyek.
Saat awak media melakukan konfirmasi di lokasi, salah satu pekerja bernama Adi mengaku hanya mengetahui sebagian kecil spesifikasi teknis proyek tersebut.
βSaya cuma tahu lebarnya 3,5 meter dan ketebalannya 5 cm. Untuk panjangnya saya tidak tahu. Kami yang bekerja ada 12 orang, semua dari Probolinggo,β ujarnya.
Lebih lanjut, Adi juga menyebut bahwa ia tidak mengetahui keberadaan papan informasi proyek yang seharusnya dipasang sebagai bentuk keterbukaan publik.
βSoal papan informasi saya tidak tahu, sampΓ©an bisa tanya sama Pak Agus saja,β jelasnya.
Dalam pemantauan tim media di lapangan, terlihat pekerja tetap melakukan penghamparan material meski kondisi masih tergenang air sisa hujan, yang berpotensi memengaruhi kualitas hasil pengerjaan. Selain itu, para pekerja juga tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dan tidak menerapkan standar K3 sebagaimana diwajibkan dalam proyek konstruksi pemerintah.
Hingga rilis ini dibuat, belum ada kejelasan mengenai besar anggaran maupun sumber anggaran karena ketiadaan papan informasi proyek. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi, legalitas, serta pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah terkait dapat memberikan penjelasan resmi serta memastikan bahwa proyek berjalan sesuai aturan dan mengutamakan kualitas serta keselamatan kerja (Yun)
