PEKANBARU, MELAYUPOST.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Permigastara – Perkumpulan Pengusaha Migas Energi Baru dan Terbarukan Nusantara (Permigastara) Peri Akri, SE, MM menerima kunjungan silaturahmi dalam suasana lebaran dari Pengurus DPD Riau GSPI β Generasi Sosial Peduli Indonesia, Rabu 05/04/2022.
Kunjungan silaturahmi Pengurus DPD GSPI Riau ini di lakukan masih dalam suasana lebaran oleh Ketua DPD GSPI Riau Herwin MT Sagala, Sekretaris DPD GSPI Riau Christina Magdalena Sinambela serta Kabiro DPD GSPI Riau Tommy Syafrino di sambut hangat di rumah kediaman yang berada di komplek Villa Duyung Pekanbaru.
Peri Akri dengan sapaan khas bang Peri dengan ramah menyambut hangat dalam sharing dan diskusi ringan mengenai bagaimana melihat Indonesia kedepan serta secara spesifik tentang Riau kedepan nya.
Ia mengatakan kehadiran Permigastara terinisiasi oleh proses Transisi Blok Rokan yang lalu dengan berkolaborasi bersama kawan-kawan di level nasional. Bahwa selama ini Blok Rokan itu pernah mencapai kejayaannya yaitu mencapai 1 juta barrel one day dan pernah menjadi penopang cadangan devisa negara yang cukup kuat mencapai 60 persen waktu itu.
“Dan sekarang, sudah sekian Miliar Barel minyak di Riau sudah tersedot, tetapi Riau tetap begitu-begitu saja. Jadi Riau terkesan belum mendapatkan yang seharusnya dari kekayaan sumber daya alamnya itu.
Permigastara terlahirkan dalam situasi itu,” ujar Peri.
Dikatakan Peri, proses transisi itu menimbulkan sebuah harapan baru ketika asing selesai dan blok rokan kembali ke ibu pertiwi dan dimanage oleh BUMN dalam hal ini adalah Pertamina Hulu Rokan (PHR), ada sebuah harapan disana.
Di tingkat Nasional, lanjut Peri, pihaknya melihat Riau ini perlulah dikawal. Karena momentumnya ada, ketika produksi minyak rokan ini turun drastis, sekarang hanya sekitar 150-160 ribu barrel one day.
Harapannya beberapa tahun kedepan energi fosil ini bisa dimaksimalkan di angka 300 ribu barrel one day dan sekian tahun lagi diharapkan bisa mencapai 1 juta barrel one day dan ini memang perlu kerja keras.
“Ini peluang bagi orang Riau, dan secara nasional kami melihat Riau ini luar biasa dan perlu ada sinergi yang baik antara PHR dengan pengusaha lokal di wilayah setempat. Tetapi memang tentu akan ada gesekan. Bahkan pernah kemarin kan ada asosiasi yang mengancam mogok kan. Namun kita tidak ingin seperti itu, kita akan berikan ruang kepada PHR untuk bekerja secara maksimal terlebih dahulu,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Permigastara melihat bahwa Riau ini perlu diberikan suatu penghargaan. Riau sudah banyak memberikan minyak kualitas terbaik di dunia tepatnya itu di wilayah Duri.
“Kami melihat Duri sangat cocok dijadikan sebagai Training Center Migas, sebagai tempat SDM Migas. Agar ada sebuah penghargaan Kota Duri atas kejayaan masa lalu,” ucapnya.
“Secara ekonomi, jika Training Center Migas itu ada di Duri, ini akan memotong Cost. Jadi kalau biaya sertifikasi itu sampai Rp10 juta, dengan tidak perlu lagi ke Cepu untuk sertifikasi, itukan bisa dipotong cost-nya,” imbuhnya.
Dalam penyampaian tersebut, Peri Akri berharap bahwa masyarakat mengetahui akan keberadaan Permigastara serta dampak tular positifnya terhadap pembangunan dan pengembangan di sektor Migas dan Energi Baru serta Terbarukan dalam menyongsong visi Indonesia Maju.
Di sisi lain dari Pengurus DPD GSPI Riau menyampaikan kepada Peri Akri yang juga sebagai Dewan Penasehat DPD GSPI Riau bahwa keberadaan GSPI khususnya di Riau juga berdampak positif dalam rangka membantu pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengawal pembangunan baik pembangunan di sektor kemanusiaan maupun di sektor ekonomi secara menyeluruh.
Keberadaan DPD GSPI Riau dengan segala program yang sudah dilakukan dalam kurun waktu dua tahun mendapatkan apresiasi positif serta mengharapkan untuk terus dilanjutkan.
Perbincangan hangat tersebut dibarengi menikmati kue-kue lebaran dan diakhiri dengan foto bersama.
Laporan : HMTS
