KAMPAR – Walaupun dunia pendidikan sudah di subsidi oleh negara melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun masih saja wali murid dibebankan biaya pendidikan dengan membeli Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) , disekolah tingkat SD dan SMP berstatus Negeri di Kabupaten Kampar.
Hal itu berdasarkan dari penelusuran tim media sejak Agustus hingga November 2024. yang mana Sumber-sumber terpercaya menyebutkan Pihak Sekolah diduga bekerja sama dengan distributor buku LKS bernama Ahmad Rori alias Rori, berlokasi di Desa Kualu Kab. Kampar Provinsi Riau.
Penjualan buku LKS tersebut ada yang langsung dijual oleh pihak sekolah dan ada dengan cara menitip kesalah satu tempat yang disinyalir untuk berdalih tidak menjual disekolah.
Untuk diketahui, Buku LKS di jual belikan kepada murid di SD-SMP Negeri di Kampar dengan harga 135 Ribu hingga 200 Ribu rupiah per satu murid untuk satu Semester dan sudah berlangsung beberapa tahun belakangan.
Bukan itu saja, seseorang bernama Heri Antoni C S.H yang kerap disapa Tony Chaniago juga pernah menghubungi tim awak media beberapa waktu lalu melalui pesan whatsapp dengan mengatakan bahwa distributor atau Bos nya adalah AR.
Usut punya usut, ternyata Toni Chaniago adalah bagian dari pihak Distributor buku LKS.
Melalui pesan whatsappnya, menawarkan untuk bicara dengan sekolah terkait hal buku LKS yang gencar di beritakan.
‘Kita nggak tahu nasib seperti ke depan per..sebaiknya bicara dengan sekolah baik2
Abg juga nggak tahu yg mana punya ABG per..sebab ABG cuma kerja sama si mas Rori’. Ungkap Lelaki yang juga berprofesi sebagai Advokat itu.
Di sisi lain, AR ketika dikonfirmasi tim Redaksi pada Rabu (11/12/024) melalui Chatting Whatsappnya +62 812-2745-1xxx terkait Jual beli buku LKS yang diduga adanya kerja sama dengan pihak sekolah, AR mengatakan belum berjualan untuk semester saat ini melalui pesan whatsapp.
“Belum ada jualan semester ini brooo”.Ucap AR
Lebih lanjut, AR langsung menelpon Tim awak media dengan menanyakan dimana lokasi tim awak media sembari mengatakan apa masalahnya dengan hal itu.
‘Dmna posisimu bro, apa masalahnya bro’. Ucap AR
Lebih lanjut AR menyebutkan ia bekerjasama dengan semua tim, serta Tony yang pernah menghubungi tim awak media beberapa waktu lalu. Bahkan AR memberikan penawaran berulang kali dalam perbincangan kepada tim media untuk ikut andil dalam praktek jual beli buku LKS.
“Bersama Toni dan tim lah yang saling bekerjasama semua tim yang ikut terlibat lah, semua kan minta kontribusi, Kalau sampean mau ikut andil justru bareng aja”
Lanjut, awak media masih berupaya mempertanyakan berapa harga yang di bandrol ke pihak sekolah, namun AR menjawab sudah habis.
Udah habis udah bubar itu bro, itu saling berkontribusi. Udah selesai itu gak perlu di bahas lagi
Untuk apa ditanya lagi udah habis itu, Tanya aja sama sama tony itu. AR langsung mematikan telepon.
Awak media kembali menghubungi ulang AR
Kalau kau mau merapat besok ya jualan lah sama kawan-kawan itu.
Ketika ditanya tim awak media hal menawarkan jualan seperti apa yang diucapkannya, ia tetap berdalih itu sudah selesai.
Untuk kedepan ini, dan Telepon kembali diakhiri ketika tim awak media berbicara terkait aturan penggunaan Buku sesuai permendikbud.
Kembali dihubungkan ulang lagi oleh tim awak media, AR dengan nada kesal mengatakan tidak usah di perpanjangan serta mengatakan Muak Aku.
‘Tak usah diperpanjang muak aku, Ngapain ke aku, aku penjual kok, udah lewat itu ngapain dibahas lagi’. Ucap Rori lagi
Diakui AR bahwa distributor bukan hanya dirinya saja.
‘Distributor bukan aku saja, banyak yang lain kok,’.Ungkap Rori
Diakhir perbincangan, Ahmad Rori malah menyebutkan kalimat tidak senonoh kepada tim awak media, dengan mengatakan udah, banyak Bacod.**(TIM)
