oknum Kepala Desa dan Oknum Gapoktan Diduga Menggelapkan Bantuan Dana PAUP
Lampung Timur Melayupost.com-Bantuan pemerintah kepada masyarakat melalui kelompok tani dan Gapoktan sangat lah banyak mulai dari pemerintah pusat hingga propinsi dan kabupaten/Kota, bantuan tersebut ada yang berupa barang ada juga yang berupa uang untuk di belanjakan oleh kelompok yang mendapatkannya kemudian uang yang harus di kembangkan untuk membantu kesejahteraan petani dan jumlah nya tidak tanggung tanggung hingga mencapai Ratusan juta Rupiah, yang sangat menyolok bantuan tersebut adalah bantuan Dana PUAP yang nominal nya sangat pantastis sebesar Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) per Gapoktan, dan Bantuan tersebut hampir merata seluruh Gapoktan di Indonesia mendapat bantuan tersebut. Untuk di kembangkan agar bisa menopang kebutuhan kelompok tani dalam mengelola kebutuhan pertaniannya, bantuan Dana PUAP mulai di gulirkan pada Tahun 20014 yang lalu,
Namun sangat di sayang kan bantuan tersebut hampir merata sudah punah alias habis gelapkan oleh oknum Gapoktan, karena hingga kini tidak ada satu pun pelaku penggelapan Dana PUAP tersebut yang terjerat oleh hukum hal itu membuktikan buruk nya kinerja APH (Aparat Penegak Hukum) di Indonesia, sebab jika di hitung jumlah bantuan Dana PUAP di seluruh Indonesia Mungkin mencapai Triliyunan, begitu banyak nya uang negara yang di gelap kan oleh oknum Gapoktan di Indonesia,
Salah satu contoh Dana PUAP Gapoktan Tani Jaya yang berada di Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, habis tidak tersisa dan penggelapan tersebut di duga melibatkan Oknum Kepala Desa Tanjung Wangi , Oknum PNS yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Gapoktan Berikut Ketua dan Bendahara Gapoktan Tani Jaya, mirisnya bantuan Dana PUAP tersebut tidak berkembang sedikit pun dan hanya selang 2 tahun dari di Gulirkan habis tidak tersisa,
Hal ini harus menjadi PR buat seluruh jaringan masyarakat untuk mengawasi terlebih lagi peran aktif dari Penegak hukum khususnya yang berada di Wilayah Kabupaten Lampung Timur,
Informasi ini hasil investigasi tim media online di lapangan yang di dapat dari masyarakat setempat terkait hangus bantuan Dana PUAP di Desa Tanjung Wangi yang ikut melibatkan oknum Kepala Desa, setelah informasi lengkap kemudian tim Media mencoba untuk konfirmasi dengan Ketua Gapoktan Tani Jaya untuk mengetahui kebenaran desa desus tersebut,
Saat di temui di kediamannya Sahroni selalu Ketua Gapoktan Tani Jaya pada hari Senin tanggal 18 Desember 2024 yang lalu mengakui tentang informasi Desas desus hangusnya Bantuan Dana PUAP sebesar 100 juta tersebut dan Saroni mengatakan” benar mas bahwa bantuan Dana PUAP di Desa Tanjung Wangi ini sudah habis sejak lama mungkin 2 tahun dari di Gulirkan bantuan tersebut, Dana sebesar 100 juta itu hanya berkembang menjadi 118 juta setelah di pinjam oleh kelompok tadi dan yang yang lainnya tidak pernah kembali” terang Sahroni
Kemudian yang meminjam Dana PUAP itu bukan hanya kelompok Tani saja, termasuk saya memakai 10 juta, Pak Kades juga mungkin sekitar 10 juta, sebab saya juga GK tau jumlah jumlah mereka yang memakai Uang tersebut, karena saya memang ketua Gapoktan nya namun saya hanya sebatas nama saja, untuk pengelolaan Dana PUAP semua di tangani oleh sekertaris saya pak Kaswin jadi saya tidak tau persis Uang dana PUAP itu kemana saja” tutup Sahroni
Namun Kaswin Selaku Sekertaris Gapoktan Tani Jaya saat mau di konfirmasi terkait keterangan Sahroni selalu ketua Gapoktan tidak berada di kediamannya di hubungi melalui Telfon WhatsApp tidak di angkat, hingga berita ini di tayang kan tidak penjelasan dari Kaswin kemana saja Dana PUAP sebesar 100 juta tersebut. (Tim)MNN] Lampung – Lampung Timur. Bantuan pemerintah kepada masyarakat melalui kelompok tani dan Gapoktan sangat lah banyak mulai dari pemerintah pusat hingga propinsi dan kabupaten/Kota, bantuan tersebut ada yang berupa barang ada juga yang berupa uang untuk di belanjakan oleh kelompok yang mendapatkannya kemudian uang yang harus di kembangkan untuk membantu kesejahteraan petani dan jumlah nya tidak tanggung tanggung hingga mencapai Ratusan juta Rupiah, yang sangat menyolok bantuan tersebut adalah bantuan Dana PUAP yang nominal nya sangat pantastis sebesar Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) per Gapoktan, dan Bantuan tersebut hampir merata seluruh Gapoktan di Indonesia mendapat bantuan tersebut. Untuk di kembangkan agar bisa menopang kebutuhan kelompok tani dalam mengelola kebutuhan pertaniannya, bantuan Dana PUAP mulai di gulirkan pada Tahun 20014 yang lalu,
Namun sangat di sayang kan bantuan tersebut hampir merata sudah punah alias habis gelapkan oleh oknum Gapoktan, karena hingga kini tidak ada satu pun pelaku penggelapan Dana PUAP tersebut yang terjerat oleh hukum hal itu membuktikan buruk nya kinerja APH (Aparat Penegak Hukum) di Indonesia, sebab jika di hitung jumlah bantuan Dana PUAP di seluruh Indonesia Mungkin mencapai Triliyunan, begitu banyak nya uang negara yang di gelap kan oleh oknum Gapoktan di Indonesia,
Salah satu contoh Dana PUAP Gapoktan Tani Jaya yang berada di Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, habis tidak tersisa dan penggelapan tersebut di duga melibatkan Oknum Kepala Desa Tanjung Wangi , Oknum PNS yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Gapoktan Berikut Ketua dan Bendahara Gapoktan Tani Jaya, mirisnya bantuan Dana PUAP tersebut tidak berkembang sedikit pun dan hanya selang 2 tahun dari di Gulirkan habis tidak tersisa,
Hal ini harus menjadi PR buat seluruh jaringan masyarakat untuk mengawasi terlebih lagi peran aktif dari Penegak hukum khususnya yang berada di Wilayah Kabupaten Lampung Timur,
Informasi ini hasil investigasi tim media online di lapangan yang di dapat dari masyarakat setempat terkait hangus bantuan Dana PUAP di Desa Tanjung Wangi yang ikut melibatkan oknum Kepala Desa, setelah informasi lengkap kemudian tim Media mencoba untuk konfirmasi dengan Ketua Gapoktan Tani Jaya untuk mengetahui kebenaran desa desus tersebut,
Saat di temui di kediamannya Sahroni selalu Ketua Gapoktan Tani Jaya pada hari Senin tanggal 18 Desember 2024 yang lalu mengakui tentang informasi Desas desus hangusnya Bantuan Dana PUAP sebesar 100 juta tersebut dan Saroni mengatakan” benar mas bahwa bantuan Dana PUAP di Desa Tanjung Wangi ini sudah habis sejak lama mungkin 2 tahun dari di Gulirkan bantuan tersebut, Dana sebesar 100 juta itu hanya berkembang menjadi 118 juta setelah di pinjam oleh kelompok tadi dan yang yang lainnya tidak pernah kembali” terang Sahroni
Kemudian yang meminjam Dana PUAP itu bukan hanya kelompok Tani saja, termasuk saya memakai 10 juta, Pak Kades juga mungkin sekitar 10 juta, sebab saya juga GK tau jumlah jumlah mereka yang memakai Uang tersebut, karena saya memang ketua Gapoktan nya namun saya hanya sebatas nama saja, untuk pengelolaan Dana PUAP semua di tangani oleh sekertaris saya pak Kaswin jadi saya tidak tau persis Uang dana PUAP itu kemana saja” tutup Sahroni
Namun Kaswin Selaku Sekertaris Gapoktan Tani Jaya saat mau di konfirmasi terkait keterangan Sahroni selalu ketua Gapoktan tidak berada di kediamannya di hubungi melalui Telfon WhatsApp tidak di angkat, hingga berita ini di tayang kan tidak penjelasan dari Kaswin kemana saja Dana PUAP sebesar 100 juta tersebut. (Tim)
