SIAK HULU – Terkait pemberitaaan dugaan membisniskan buku LKS kepada Murid mulai terkuak di SMAN 2 Siak Hulu, Kab. Kampar Provinsi Riau, setelah adanya beberapa pihak yang mencoba menghubungi Tim Redaksi awak media untuk coba “intervensi” Berdalih Kordinasi.
Pasalnya, ada salah seorang yang mangaku sebagai profesi wartawan berinisal F dari Media SR.com menghubungi tim awak media, Senin (24/02/25), untuk mencoba berkordinasi terkait hal yang diberitakan soal buku LKS di SMA Negeri 2 Siak Hulu tersebut.
Dalam pesan WhatsApp F mengaku bahwa Kepala Sekolah memiliki ikatan dengannya, ia pun menjelaskan panjang lebar dengan mencoba meluruskan hal itu kepada Tim awak media ini, bahwa oknum wartawan (SM alias Manalu) yang pemasok tidak mau bertanggungjawab soal buku LKS yang dibeli murid SMA N 2 Siak Hulu.
Berikut pesan WhatsApp F kepada Tim awak media :
“Izin y bg.. Ni atas nama rekan2 media pak⦔
“Soal pemberitaan SMAN 2 Siak hulu terkait LKS pak⦔
“Buk kepsek tu udah kayak kk awak bg.. Jadi pas ada pemberitaan itu awak datangi tadi..
Jadi hal itu ulah nya oknum wartawan jg tu pak..sebelumnya dia mau masukkan dan udah dilarang kepsek gak usah.. Tapi tetap jg dimasukkannya..”
“Setelah pemberitaan beredar, disuruh oknum itu tanggung jawab malah lepas tanganβ¦. Dan oknum itu tadi jg udah minta maaf akibat ulahnya kepsek kenak imbasnya..”
“Trus oknum itu jg udah menginformasikan ke kacab bg Aldela kalau LKS itu atas ulah dia⦔
“Jadi awak berharap sama Bpk untuk bisa meminta konfirmasi oknum rekan kita wartawan itu.
Dan jumpai aja kepsek untuk konfirmasi sekaligus silaturahmi..
Agar kedepannya hubungan kemitraan lebih baik lagi dan sama2 dalam meningkatkan dunia pendidikan pak..”.
Didalam perbincangan WhatsApp, F berulang kali meminta untuk tim awak media dapat menjumpai Kepala Sekola SMA N 2 Siak Hulu.
Bahkan F juga mengatakan bahwa Kepsek menyebutkan kepada F, kebenarannya adalah Rekan WARTAWAN yang memaksa menjual LKS.
“Tapi awak berharap Bpk jumpai aja kepsek nya langsungβ¦ Mana tau kedepannya bisa bekerjasama lebih baik lagi.. Izin yo pak.. π”
“Justru itu pak awak tanya kebenarannya soal itu.. Dan itu lah jawaban kepsek.. Rekan wartawan kita juga yg bersikeras menjual lks”.
Setelah berbincang dengan F, tim awak media langsung di WhatsApp oke Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Siak Hulu Hefnofita Yuliani, Senin (24/02/25). Kepsek mengatakan dirinya tidak ada menjual buku LKS sembari menyebutkan bahwan dirinya saya sudah memerintahkan pihak Wartawan yang menjual buku LKS untuk menutupnya.
“waalaikumsalam ww
satu minggu saya mengurus anak saya dijakarta β¦ baru pulang minggu saya blm sempt bls hp pun tak saya pedulikan.. ada hal penting saya urus
baru saya masuk senin.. untuk lks saya tak ada jual dan saya juga sudh suruh tutup kepada wartawan yg menjual lks 4 hari yang lalu β¦ lks sudah ditutup.”. Chatting Whatsapp Kepsek
Lanjut, Kepala Sekolah SMAN 2 mengatakan bahwa hal berita yang dimuat tim awak media itu secara sepihak tanpa Kordinasi kepada dirinya.
“kan sudh dibahas masalh lks bahkan saya sudah dipiral kan tampa koordinasi saya.. ngk ada yg saya certakan lg ..nasumberkan bisa benar bisa salah ..”. Whatsapp Kepsek lagi
Pernyataan Kepsek terkesan tidak sesuai dengan upaya Tim awak media sudah berulang kali mencoba dan berupaya menghubunginya untuk mengkonfirmasi, Hefnofita Yuliani selaku Kepala Sekolah sejak semester 1 tahun 2024 lalu sampai dengan Kamis (20/02/25) yang tidak menuai respon.
Dalam perbincangan WhatsApp dengan Kepsek, Awak media kembali melayangkan hal pertanyaan konfirmasi terkait pembelian dan penggunaan buku LKS oleh siswa-siswi, Namun Kepsek SMAN 2 Siak Hulu kembali “Diam Membisu” hingga berita ini terbit.
Sebelumnya diberitakan, Dari hasil penelusuran Tim awak media pada Rabu, (19/02/25) di sekitar lingkungan sekolah, beberapa murid ketika ditanyai, mereka (siswa-siswi) membenarkan adanya penggunaan Buku LKS yang di beli di tempat yang di arakan oleh pihak guru nya.
Anehnya, penggunaan dan pembelian buku LKS hanya di kelas tingkat 10 dan 11 saja untuk kelas 12 tidak ada penggunaan dan pembelian Buku LKS untuk di semester dua (2) namun di semester satu (1) lalu disemua tingkat kelas membeli buku LKS Tersebut.
Kurang lebih 8 orang siswa tingkat kelas 10 yang ditanya oleh tim media, mereka dengan senada mengatakan buku LKS di beli dengan harga 16 Ribu untuk satu buku LKS ( satu mata pelajaran) , jika dibeli semua totalnya 224 Ribu rupiah untuk seluruh mata pelajaran.
Disisi lain, tim awak media, juga menelusuri di tingkat kelas 11, kurang lebih ada 4 siswa siswi yang ditanyai media mengatakan hal yang senada bahwa buku dibeli 16 Ribu rupiah untuk 1 buku mata pelajaran.
Lanjut, kepada media siswa di tingkat kelas 12, beberapa siswa-siswi yang di tanyai tim awak media, mengatakan kelas 12 tidak ada penggunaan dan pembelian Buku LKS untuk semester 2, Namun di semester 1 sebelumnya itu menggunakan dan membeli buku LKS.
Untuk diketahui, salah seorang distributor buku LKS, pernah menyatakan kepada tim awak media bahwa untuk 1 buku LKS hanya bermodalkan tiga (3) hingga Empat (4) Ribu Rupiah.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Siak Hulu, Hefnofita Yuliani, S. pd, M. Si Ketika dikonfirmasi Tim Awak Media, Kamis (20/02/2025) melalui via telepon selulernya berulang-ulang tidak tersambung, lanjut dikonfirmasi kembali melalui Via pesan WhatsAppnya hingga berita ini terbit, Hefnofita Yuliani masih membisu dan memilih bungkam.**(Tim)
