PEKANBARU – Setelah Walikota Pekanbaru menurunkan tarif parkir tepi jalan umum, Agung Nugroho kembali mengeluarkan kebijakan baru dengan menggratiskan tarif Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) bagi pelajar.
Kebijakan ini mulai berlaku pada Selasa (11/3/2025) dan seterusnya. Para pelajar dapat menggunakan layanan bus secara gratis hanya dengan menunjukkan kartu pelajar atau mengenakan seragam sekolah.
“Kita gratiskan Bus Trans Metro Pekanbaru khusus untuk anak-anak kita di SD, SMP, dan SMA. Jadi, mereka tidak perlu bayar lagi,” ujar Agung Nugroho, Senin (10/3) malam.

Agung berharap kebijakan ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya orang tua, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi anak ke sekolah.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama dalam pelayanan dasar.
“Iya, mulai besok Bus Trans Metro Pekanbaru gratis bagi pelajar. Penggratisan ongkos bagi pelajar ini merupakan kebijakan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho,” ujar Kepala UPT Pelayanan Trans Pekanbaru, Sarwono, Senin (10/3).
Sarwono menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan salah satu upaya Pemkot Pekanbaru untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik dan memberikan kemudahan bagi pelajar.
Sarwono menambahkan bahwa berdasarkan data, saat ini rata-rata pengguna Trans Metro Pekanbaru adalah sekitar 1,5 juta penumpang per tahun, dengan rata-rata 4.500 penumpang per hari. Dari jumlah tersebut, penumpang dari kalangan pelajar berkisar antara 10 hingga 15 persen.
“Dengan digratiskannya Bus Trans Metro bagi pelajar, kami berharap jumlah ini akan meningkat secara signifikan,” ungkapnya.
“Dengan adanya kebijakan ini diharapkan juga akan membuat masyarakat semakin tertarik menggunakan Bus Trans Metro sehingga dapat mengurangi polusi udara dan membantu masyarakat terhadap pengeluaran rumah tangga untuk sektor transportasi,” sebutnya.
Namun, kebijakan ini juga memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku. Pelajar yang ingin menikmati layanan gratis ini harus menunjukkan kartu pelajar dan mengenakan seragam sekolah sebagai identitas.
“Kami mohon kerja sama dari para pelajar untuk mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku agar program ini dapat berjalan dengan lancar,” kata Sarwono.**
