PELALAWAN, RIAU – Pasangan Pasutri telah membawa kabur sepeda motor KLX milik Ibuk Ati Raharti yang tinggal di Bukit Kesuma, Dusun Perjuangan, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan-Riau. Pada Senin pukul 15;00 Wib (22/06/2025).
Cerita ibuk Ati kepada awak media ini menyampaikan, pada saat itu pelaku Aldi (Adit) sangat-sangat membutuhkan uang untuk biaya persalinan istrinya Olip, karena merasa kasihan (iba), dan anak dari ibuk Ati menawarkan agar kerta KLX tersebut dijual aja/atau dilesingkan.
Lalu pelaku Aldi menawarkan agar dilesingkan aja dan meminta BPKB dan STNK nya, karena merasa percaya terhadap pelaku (Aldi/Adit) ibuk Ati memberikan BPKB dan STNK nya.
Sebab selama ini pelaku udah tinggal dan 1 (satu) rumah sama korban (Ati) dan mempercayainya.
Selanjutnya ibuk Ati menyampaikan ke awak media ini, setelah memberikan BPKB, pelaku Aldi/Adit pergi ke belakang (dapur) dan berbisik kepada istrinya Olip, melihat hal itu ibuk Ati merasa tidak enakan hatinya, tapi merasa mempercayai pelaku, ibuk Ati ini tidak begitu menghiraukannya.
Setelah pukul 15;00 Wib pelaku berangkat dari rumah dengan meninggalkan istrinya Olip dengan tujuan untuk melesingkan 1 unit motor KLX milik anaknya buk Ati, Dendi dan buk Ati memberikan telepon selulernya (Hp) kepada Aldi/Adit agar dapat menghubungi, karena ia tidak memiliki telepon genggam (Hp), lalu ibuk Ati memberikan uang sebesar 250.000 ( dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk biaya perjalanan.
Setelah satu setengah jam berlalu kepergian pelaku Aldi/Adit, pas pukul 16;30 Wib istri pelaku bergegas mengemaskan pakaiannya, lalu ibuk Ati melihat aksi Olip istrinya Aldi/Adit dan bertanya kok kemasin pakaiannya, kata buk Ati, iya buk jawab Olip istri pelaku, saya ingin pulang aja, kalau pulang suami saya, bilang saya pulang ke Tembilahan ucap Olip, Sepertinya ini sudah direncanakan oleh pasangan pasutri ini.
Setelah kepergian Olip istri pelaku Aldi/Adit, ibuk Ati merasa curiga, dan mencoba menghubungi Aldi/Adit dengan nomor 0821-6443-6040 tidak di sangka nomor yang dituju sudah tidak aktif lagi.
“Lalu ibuk Ati menghubungi anaknya Dendi dan menyampaikan Aldi/Adit sudah tidak bisa dihubungi, jadi dia sudah kabur itu buk”, ucap Dendi kepada ibuknya.
Merasa kecewa ibuk Ati berangkat ke Sorek satu untuk melaporkan hal ini ke pihak kepolisian Restor Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras untuk membuat laporan, dan menyampaikan apa yang telah terjadi ( menimpa ) dirinya kepada unit Reskrim Polsek Pangkalan Kuras.
Hampir 1 (Satu) bulan berlalu sampai saat ini motor milik anaknya Dendi belum dapat ditemukan, buk Ati meminta dan memohon kepada seluruh kepolisian Riau untuk menangkap pelaku Aldi/Adit dan Olip istrinya secepatnya.
Dikarenakan hanya itu satu-satunya kendaraan anaknya untuk mencari makan (kerja), melas buk Ati menghakiri.**(Adri. B)
