Korwil Marga Sekampung Bungkam Terkait Dugaan Laporan Fiktif Dana BOS SDN 2 Gunung Mas
Lampung Timur Melayupost.com β Dugaan laporan fiktif penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 2 Gunung Mas, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, kondisi bangunan sekolah yang terlihat tidak terawat dinilai tidak sejalan dengan laporan penggunaan dana BOS tahun 2023 hingga 2025.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian sekolah tampak mengalami kerusakan. Plafon di ruang kantor hingga area teras depan dan belakang terlihat mengelupas. Selain itu, salah satu ruangan di bagian paling ujung tampak berfungsi seperti gudang yang berantakan dan kotor, sehingga memunculkan pertanyaan terkait perawatan dan pengelolaan sarana prasarana sekolah.
Situasi tersebut menimbulkan dugaan bahwa laporan penggunaan dana BOS yang disampaikan pihak sekolah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Marga Sekampung. Namun, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Korwil tidak memberikan tanggapan, baik berupa klarifikasi maupun penjelasan terkait pemberitaan tersebut. Hingga rilis ini diterbitkan, pihak Korwil maupun pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi.
Masyarakat berharap adanya transparansi dan langkah tegas dari pihak terkait untuk memastikan penggunaan dana BOS sesuai ketentuan dan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan. (yuni)Lampung Timur Melayupost.com β Dugaan laporan fiktif penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 2 Gunung Mas, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, kondisi bangunan sekolah yang terlihat tidak terawat dinilai tidak sejalan dengan laporan penggunaan dana BOS tahun 2023 hingga 2025.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian sekolah tampak mengalami kerusakan. Plafon di ruang kantor hingga area teras depan dan belakang terlihat mengelupas. Selain itu, salah satu ruangan di bagian paling ujung tampak berfungsi seperti gudang yang berantakan dan kotor, sehingga memunculkan pertanyaan terkait perawatan dan pengelolaan sarana prasarana sekolah.
Situasi tersebut menimbulkan dugaan bahwa laporan penggunaan dana BOS yang disampaikan pihak sekolah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Marga Sekampung. Namun, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Korwil tidak memberikan tanggapan, baik berupa klarifikasi maupun penjelasan terkait pemberitaan tersebut. Hingga rilis ini diterbitkan, pihak Korwil maupun pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi.
Masyarakat berharap adanya transparansi dan langkah tegas dari pihak terkait untuk memastikan penggunaan dana BOS sesuai ketentuan dan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan. (yuni)
