Lampung Timur Melayu posting. com β Publik dibuat geleng kepala atas hilangnya salah satu aset kendaraan inventaris milik Desa Purwosari, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Satu unit sepeda motor Yamaha Vega R yang seharusnya digunakan untuk menunjang pelayanan masyarakat desa kini tak jelas keberadaannya dan diduga telah berpindah tangan secara misterius.
Ironisnya, kendaraan inventaris tersebut disebut terakhir kali berada dalam penguasaan mantan Sekretaris Desa Purwosari yang kini diketahui telah menjabat sebagai bendahara kecamatan PNS aktif.
Saat awak media dikonfirmasi di kantor desa, Kepala Desa Purwosari membenarkan bahwa desa memiliki dua unit kendaraan roda dua sebagai aset inventaris desa.
βBenar, motor itu aset desa. Dulu saya serahkan kepada saudara Agus saat masih menjabat Sekdes untuk menunjang kegiatan pelayanan masyarakat,β ujar Kepala Desa.
Namun ketika ditanya soal keberadaan motor tersebut saat ini, Kepala Desa mengaku tidak lagi mengetahui nasib kendaraan itu.
βSetelah saudara Agus pindah jadi bendahara kecamatan, saya sudah tidak pernah lagi melihat motor itu,β tambahnya.
Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin aset desa bisa hilang tanpa ada kejelasan administrasi, serah terima resmi, maupun pertanggungjawaban?
Bahkan berdasarkan informasi dari narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, motor inventaris desa jenis Yamaha Vega R itu diduga telah dijual oleh kerabat dekat mantan Sekdes tersebut.
Jika dugaan itu benar, maka persoalan ini bukan lagi sekadar kehilangan kendaraan biasa. Ini sudah menyangkut dugaan penggelapan aset negara yang berpotensi menyeret pihak-pihak terkait ke ranah hukum.
Masyarakat pun mulai mempertanyakan lemahnya pengawasan aset desa yang dinilai amburadul dan terkesan dibiarkan begitu saja. Warga menilai aset milik rakyat tidak boleh hilang tanpa ada pihak yang bertanggung jawab.
βJangan sampai aset desa dijadikan milik pribadi. Kalau benar dijual, aparat penegak hukum harus turun tangan dan usut sampai tuntas,β ujar salah satu warga dengan nada geram.
Desakan kini mengarah kepada Inspektorat Lampung Timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), hingga aparat penegak hukum agar segera melakukan audit dan penelusuran terhadap seluruh aset Desa Purwosari.
Kasus hilangnya motor inventaris ini menjadi tamparan keras bagi tata kelola pemerintahan desa di Lampung Timur. Jangan sampai barang milik rakyat raib tanpa jejak, sementara pihak yang diduga mengetahui keberadaannya justru bungkam dan seolah lepas tanggung jawab.
sampai berita ini di tayangkan saudara agus mantan sekdes desa purwosari dan sekarang sudah menjabat bendahara kecamatan pns aktif belum bisa di konfirmasi untuk memberikan keterangan resmi
pewarta Yun
