Lampung Timur Melayupost. com β Semangat menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai adat menjadi landasan utama penyelenggaraan Festival Budaya Sekappung Limo Migo II di Taman Purbakala Pugung Raharjo. Panitia dan tokoh adat menegaskan bahwa festival ini merupakan ruang pelestarian budaya yang terbuka bagi semua kalangan, dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap tata nilai adat yang berlaku.
Gusti Putra Aji bergelar Ratu Batin Ratu Raden Imbas Kesuma Ratu V dari Keratuan Darah Putih menyampaikan bahwa Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan situs budaya yang memiliki nilai sejarah dan kesakralan tinggi. Karena itu, setiap kegiatan yang berlangsung di dalamnya harus tetap berorientasi pada pelestarian budaya dan penghormatan terhadap adat istiadat.
“Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Kami menyambut dengan hormat setiap tamu yang datang untuk bersilaturahmi, selama bersama-sama menghormati tata nilai adat dan tujuan utama festival, yaitu melestarikan budaya serta mempererat persaudaraan,” ujarnya.
Menurutnya, Festival Budaya Sekappung Limo Migo II diselenggarakan sebagai wadah memperkenalkan tradisi, memperkuat identitas budaya masyarakat, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada generasi muda.
Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana Festival, Ibrahim Restutaka bergelar Pangeran Ngukup. Ia menegaskan bahwa seluruh tamu yang hadir akan disambut dengan baik tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukan.
“Festival ini terbuka bagi siapa saja. Tidak ada tamu yang diistimewakan maupun dibedakan. Semua kami sambut dengan ramah sebagai bagian dari semangat silaturahmi dan kebersamaan, dengan tetap menghormati aturan adat yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa aturan tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi siapa pun, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap prosesi adat yang sakral agar dapat berlangsung dengan khidmat.
“Kami percaya budaya adalah milik bersama yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga suasana yang penuh rasa hormat, kekeluargaan, dan persaudaraan selama festival berlangsung,” tuturnya.
Melalui Festival Budaya Sekappung Limo Migo II, masyarakat adat berharap nilai-nilai luhur warisan leluhur terus hidup, menjadi perekat persatuan, serta memberikan pesan bahwa budaya adalah jembatan silaturahmi yang menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan dan saling menghormati kearifan lokal
pewarta yuni H
