Tanggamus Melayupost.com β Dalam semangat Piil Pesenggiri yang menjadi falsafah hidup masyarakat Lampung, Tokoh Keratuan Darah Putih sekaligus Ketua Panitia Festival Budaya Sekappung Limo Migo, Yoga Pratama, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kabupaten Tanggamus untuk memenuhi undangan Pangeran Ratu Semaka.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan rasa kekeluargaan tersebut menjadi momentum berharga untuk mempererat tali persaudaraan antarkeratuan serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan Masyarakat Adat Lampung.
Dalam dialog yang penuh kekhidmatan, kedua tokoh saling bertukar pandangan mengenai pentingnya menjaga warisan budaya, memperkuat kelembagaan adat, serta membangun komunikasi yang harmonis di antara seluruh pemangku adat. Keduanya meyakini bahwa adat bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan pedoman hidup yang harus terus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Yoga Pratama menyampaikan bahwa silaturahmi merupakan bagian dari nilai luhur adat yang mampu mempererat hubungan antarsesama. Menurutnya, ketika para tokoh adat terus membuka ruang dialog dan kebersamaan, maka persatuan akan semakin kokoh, sehingga masyarakat adat dapat menghadapi berbagai tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya.
Sementara itu, Pangeran Ratu Semaka menegaskan bahwa persaudaraan antarkeratuan merupakan kekuatan besar yang harus terus dipelihara. Dengan saling menghormati, saling merangkul, dan mengedepankan musyawarah, nilai-nilai luhur warisan leluhur akan tetap hidup dan menjadi perekat bagi seluruh Masyarakat Adat Lampung.
Pertemuan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya regenerasi kepemimpinan adat. Generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal budaya sebagai sebuah tradisi, tetapi juga mampu memahami makna, filosofi, serta tanggung jawab untuk menjaga identitas Lampung sebagai bagian dari kekayaan bangsa.
Silaturahmi antara Keratuan Darah Putih dan Keratuan Semaka diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh keratuan, marga, dan elemen Masyarakat Adat Lampung untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta melestarikan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
“Persaudaraan adalah kekuatan, musyawarah adalah jalan, dan adat adalah jati diri yang akan tetap hidup selama dijaga bersama.”
