LAMPUNG TIMUR Melayupost.com β Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menghadirkan manfaat dan kebaikan bagi masyarakat, kini justru menuai sorotan dari warga sekitar dapur MBG di Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur.
Sejumlah warga mengaku terganggu oleh bau tak sedap serta suara bising yang diduga berasal dari aktivitas dapur MBG, terutama pada malam hari ketika masyarakat sedang membutuhkan ketenangan untuk beristirahat.
Bagi warga, persoalan ini bukan perkara sepele. Mereka mengaku harus mencium bau yang tidak sedap dan mendengar suara berisik pada waktu istirahat.
Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya kepada awak media Melayupost.com, Senin (31/8/2026), mengungkapkan kekesalannya.
βKami ini warga yang tinggal di sekitar dapur MBG. Keluhan kami jangan hanya dianggap angin lalu. Bau kami rasakan, suara bising juga kami dengar, terutama malam hari saat waktunya warga beristirahat,β ujarnya.
Tak berhenti pada persoalan bau dan kebisingan, warga juga mempertanyakan persoalan persetujuan lingkungan.
Menurut keterangan warga, selama ini mereka mengaku tidak pernah dimintai tanda tangan ataupun dimintai persetujuan sebagai masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
βKami bukan mau menghalangi program MBG. Tapi kami juga punya hak untuk mendapatkan lingkungan yang nyaman. Kalau memang ada proses persetujuan lingkungan, kami ingin tahu bagaimana prosesnya,β ungkap warga.
WARGA MINTA JANGAN HANYA DENGAR LAPORAN DI ATAS MEJA
Keluhan serupa disebut disampaikan warga lainnya. Mereka berharap pemerintah tidak hanya menerima laporan dari pihak pengelola, tetapi turun langsung melihat kondisi lapangan.
Menurut warga, petugas dapat mengecek secara langsung sumber bau, pengelolaan limbah, aktivitas dapur pada malam hari, serta kondisi kebisingan yang dikeluhkan masyarakat.
βKami berharap DLH, Dinas Kesehatan dan dinas terkait turun langsung. Datang dan rasakan sendiri bagaimana kondisi di lingkungan kami. Jangan sampai masyarakat baru didengar setelah persoalan menjadi besar,β tegas warga.
Warga juga berharap keberadaan dapur MBG tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.
Mereka menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak program MBG. Namun, pelaksanaan program pemerintah harus tetap memperhatikan lingkungan sekitar, kesehatan, kebersihan, ketertiban dan kenyamanan warga.
Kini masyarakat menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah.
Apakah keluhan warga akan segera ditindaklanjuti atau justru kembali menjadi suara yang hilang tanpa jawaban?
Warga meminta DLH, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait segera turun ke lokasi dan melakukan pemeriksaan secara objektif, sehingga persoalan yang dikeluhkan dapat diketahui berdasarkan fakta di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mendapatkan klarifikasi dari pihak pengelola dapur MBG Tanjung Wangi mengenai keluhan warga terkait bau, kebisingan malam hari, serta persoalan persetujuan lingkungan.
pewarta yuni
