LAMPUNG TIMUR melayupost.com β Desa Karang Anom, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, digegerkan kabar dugaan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menyeret seorang oknum mantan kepala desa berinisial M, yang sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai kepala desa selama dua periode.
Yang membuat kasus ini menjadi sorotan, sepeda motor yang dilaporkan hilang disebut milik seorang anak warga yang sedang mengaji tidak jauh dari rumah mantan kepala desa tersebut.
Kisah bermula ketika anak korban selesai mengaji dan pulang ke rumah. Namun, sesampainya di rumah, sang anak justru menyampaikan kabar mengejutkan kepada ibunya bahwa sepeda motor miliknya telah hilang.
βAnak saya pulang mengaji bilang, βMotor hilang, Mak.β Motor yang hilang Honda Beat Streetβ ungkap ibu korban kepada tim media, Senin (31/8/2026).
Menurut keterangan ibu korban, setelah kejadian tersebut teman-teman anaknya menyampaikan informasi bahwa mereka diduga melihat sepeda motor tersebut dibawa oleh seseorang yang disebut sebagai mantan kepala desa berinisial M.
βTeman-teman anak saya bilang mereka melihat motor itu dibawa oleh oknum mantan kepala desa berinisial M. Tidak mungkin anak saya bohong,β ujarnya.
Pihak keluarga kemudian tidak langsung mengambil kesimpulan. Mereka mengaku berusaha mengumpulkan informasi terkait keberadaan kendaraan tersebut. Setelah informasi dirasa cukup, pihak keluarga akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Waway Karya.
βSetelah kami mengumpulkan informasi, sekitar minggu ketiga kami langsung melapor ke Polsek Waway Karya,β papar ibu korban.
Ia menyebut, laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Tidak berselang lama setelah laporan dibuat, orang yang diduga terkait dengan perkara tersebut disebut telah diamankan oleh petugas Polsek Waway Karya.
βTidak berselang lama, yang diduga tersangka langsung diamankan Polsek Waway Karya,β katanya.
Kasus ini sontak menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Bukan hanya karena menyangkut dugaan kehilangan kendaraan, tetapi juga karena nama yang disebut merupakan sosok yang pernah mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Karang Anom selama dua periode.
Kini masyarakat menunggu kejelasan penanganan perkara tersebut. Apakah benar sepeda motor milik anak warga itu dibawa oleh oknum mantan kepala desa sebagaimana informasi yang disampaikan keluarga korban, atau terdapat fakta lain yang akan terungkap dalam proses penyidikan?
Polisi diharapkan dapat mengungkap perkara ini secara terang-benderang berdasarkan alat bukti dan fakta hukum yang ada.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari Polsek Waway Karya dan polres lampung timur
(yuni)
