LAMPUNG TIMUR Melayupost.com β Proyek revitalisasi SDN 2 Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, yang menggunakan anggaran APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp389.170.000, mendapat sorotan.
Proyek yang merupakan bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut diharapkan mampu menghadirkan fasilitas sekolah yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
Namun, hasil pantauan tim awak media di lokasi, Selasa (15/9/2026), menemukan sejumlah hal yang patut dipertanyakan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Di lokasi terlihat aktivitas pembangunan tiga lokal gedung sekolah dan pagar. Akan tetapi, sejumlah pekerja yang sedang melakukan aktivitas pembangunan terlihat tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) keselamatan kerja.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pekerjaan konstruksi memiliki risiko keselamatan bagi para pekerja apabila aspek K3 tidak diterapkan dengan baik.
Saat dikonfirmasi terkait keberadaan pengawas pekerjaan, pekerja di lokasi mengaku tidak mengetahui siapa pengawas proyek tersebut.
βKami hanya pekerja, Mas. Kalau untuk pengawas kami tidak tahu,β ujar salah seorang pekerja.
Anggaran Terpampang, Waktu Kerja Justru Dipertanyakan
Sorotan lainnya tertuju pada papan informasi proyek yang terpasang di lokasi.
Dalam papan tersebut tercantum nilai anggaran Rp389.170.000,00 dengan sumber anggaran APBN Tahun Anggaran 2026.
Namun, berdasarkan pantauan awak media, tanggal mulai pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tidak tercantum secara jelas pada papan informasi tersebut.
Padahal, informasi mengenai nilai anggaran dan pelaksanaan kegiatan menjadi bagian penting dalam keterbukaan informasi proyek pemerintah. Masyarakat berhak mengetahui pekerjaan yang menggunakan uang negara, termasuk informasi dasar mengenai pelaksanaan kegiatan.
Pertanyaannya, jika nilai anggaran sudah dipasang dan dapat dilihat publik, mengapa informasi mengenai kapan pekerjaan dimulai dan berapa lama pekerjaan dilaksanakan justru tidak terlihat pada papan informasi yang dipantau di lokasi?
Hal tersebut tentu perlu mendapat penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek.
Jangan Sampai Revitalisasi Gedung, Keselamatan Terabaikan
Program revitalisasi sekolah pada prinsipnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Karena itu, proses pembangunannya juga semestinya memperhatikan aspek keselamatan kerja, transparansi, serta kualitas pekerjaan.
Temuan pekerja yang terlihat tidak menggunakan APD dan tidak diketahuinya keberadaan pengawas di lokasi menjadi catatan yang layak diklarifikasi.
Bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan memastikan anggaran negara yang dikucurkan untuk dunia pendidikan benar-benar dilaksanakan secara transparan, aman, dan sesuai ketentuan.
Tim awak media akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak SDN 2 Braja Luhur, pelaksana pekerjaan, pengawas, serta instansi terkait mengenai penerapan K3, mekanisme pengawasan, kelengkapan informasi proyek, dan jangka waktu pelaksanaan pembangunan.
Sebab, revitalisasi sekolah bukan hanya soal membangun gedung baru, tetapi juga memastikan proses pembangunannya berjalan terbuka, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
sampai berita ini di terbitkan pihak sekolah dan pihak terkait belum bisa di konfirmasi
pewarta yuni
